Perairan Grandline
Kapal Galleon
Malam itu Razer sedang duduk bersila memejamkan matanya, dia mencoba merasakan aura dan energi yang ada disekitarnya, kehadiran Viola dan Raifu disadari oleh Razer, Malam yang menunjukan hampir pagi itu membuat suasana terlihat romantis
" Ada perlu apa kalian ? " Tanya Razer tanpa menolehkan kepala
" Kami hanya sedang menikmati malam saja " Ucap Keduanya
" Oh ya ? Kalau begitu baiklah " Ucap Razer
Keduanya merasakan perasaan yang sama, mempunyai keinginan yang sama, mereka ingin mengajak Razer berbicara empat mata untuk mengenal satu sama lain
" Ngomong-ngomong, bagaimana dengan arah pelayaran kita ? " Tanya Razer memecahkan suasana
" Ah ba..baik kapten, kapal berjalan kearah yang benar " Ucap Raifu gugup
" Kalau aku boleh tau, kenapa kau ada di luar sini ? " Tanya Viola
" Loh, malam ini kan giliran aku yang berjaga " Ucap Razer kemudian menoleh " kalian berdua yakin untuk tidak istirahat saja ? Kalian berdua sangat dibutuhkan saat pelayaran pada siang hari " Ucap Razer
" Aku baik-baik saja, aku merasa tidak pantas jika kaptenku tidak tidur sementara aku tertidur " Ucap Viola
" Tidak usah merasa sungkan padaku, dilihat dari umur kita semua, aku yang termuda disini, jadi walaupun aku kapten, aku merasa tidak pantas untuk diberlakukan lebih " Ucap Razer
" Apakah ayahmu yang mengajarimu soal sopan santun ? " Tanya Raifu
" Memangnya kenapa ? " Tanya Razer Heran
" Kau tau kan ibumu mempunyai sifat yang kurang menghormati kepada orang dan selalu minta ditinggikan, jadi tidak mungkin ibumu mengajarimu sopan santun " Ucap Raifu
" Hahaha mungkin guru ku yang mengajariku sopan santun " Ucap Razer " Aku orangnya sungkan, tidak enak untuk memerintah sembarangan, lagi pula kekuasaan bukanlah hal yang cocok untukku "
" Apa kau yakin tidak ingin tidur ? Aku bersedia menggantikanmu " Ucap Viola
" Tidak usah, aku baik baik saja " Ucap Razer
Disaat suasana tengah malam itu, kapal mereka mulai memasuki lautan berkabut,kabut itu sangat tebal, membuat cahaya bulan terhalang oleh kabut
" Raifu, sepertinya kau harus mulai terjaga sekarang " Ucap Razer
" Iya aku mengerti " Ucap Raifu " Bisakah kau memegang kemudi, viola ? "
" Serahkan padaku " Ucap Viola
Raifu sudah berjaga dengan memperhatikan Log Pose miliknya, kapal masih berlayar dengan tenang, tiba tiba ada bayangan kapal yang membayang di balik kabut, Razer langsung bersiaga dan mengeluarkan pedangnya
" Siapa kalian ? "
Kata kata itu mengagetkan mereka bertiga, Razer langsung bergerak cepat kearah suara itu, sosok itu sudah berdiri ditengah kapal, Razer langsung bersiap menyerangnya
Trang!!!
Tebasan Razer ditahan! Sosok itu mulai terlihat, pelan pelan pedang hitam keungu-unguan dan manusia bertopi koboy dan jubah hitam terlihat
" Tak kusangka bertemu dengan Rookie super disini " Ucap Sosok itu
" Dracule Trunks " Ucap Razer tersenyum " Pertama kali bertemu denganmu dan harus dimulai dengan pertarungan "
Trunks kemudian loncat kebelakang kearah Viola kemudian mengeluarkan pedang berukuran normal dan kemudian memukul viola lalu menyandera viola
" Hei mau apa kau! " Teriak Razer
" Viola! " Teriak Raifu
" Dia akan ikut aku dulu, kalau kau memang ingin mencarinya, datanglah dan cari aku, Monkey D. Razer! " Ucap Trunks
Razer yang kesal kemudian meloncat menyerang Trunks namun kabut tebal langsung menyelubunginya, tak peduli dengan kabut yang menyelubungi Viola dan Trunks, Razer langsung menusuk kabut tersebut, namun sosok keduanya menghilang begitu saja, kabut yang menyelubungi perairan itu langsung menghilang ditiup angin dan kembali malam
" Trunks si Kabut Malam, anak dari Dracule Mihawk " Ucap Razer dengan nada sedikit kesal
" Lalu apa yang harus kita lakukan ? Mereka bisa dimana saja di grandline " Ucap Raifu
" Tidak usah khawatir soal itu, aku sudah bersiap untuk situasi seperti ini, bangunkan yang lain, kita akan menyerang dia besok pagi " Ucap Razer
" Memangnya kau tahu dia pergi kemana ? " Tanya Raifu
" Tidak tahu, tapi aku bisa melacak keberadaan Viola " Ucap Razer
" Caranya ? " Tanya Raifu bingung
" Nanti aku jelaskan, yang jelas bangunkan yang lain dulu " Ucap Razer
" Baik " Ucap Raifu lalu berlari kedalam kapal
" Aku punya firasat buruk soal ini " Gumam Razer
Kita beralih ke kapal Bajak Laut Kabut Putih
Viola tersadar dengan kondisi terikat di dek kapal, dia memperhatikan puluhan pria dan wanita sedang sibuk dengan suatu persiapan
" Kau sudah sadar rupanya "
Suara tersebut menggubris viola, dia melihat sosok trunks duduk di tong kayu tak jauh dari tempatnya terikat
" Dracule Trunks! Apa yang kau rencanakan! " Maki Viola
" Tak banyak, aku hanya melihat kesempatan untuk mendapatkan sesuatu yang aku inginkan, dan memulai rencanaku dari sekarang " Ucap Trunks
" Maksudmu ? " Tanya Viola
" Menurutmu, apa respon Trafalgar Law jika mengetahui Anggota keluarganya disandera oleh Shicibukai sepertiku ? " Tanya Trunks
" Apa yang kau rencanakan ? " Ucap Viola dengan nada kesal
" Bukan urusanmu " Ucap Trunks tersenyum
" Kerja bagus "
Suara tersebut tergubris oleh keduanya,2 sosok besar berjalan mendekati mereka berdua
" Kalian kan ?! "
" Dengan ini langkah utama dari rencana kita sudah berhasil, selanjutnya adalah memberi tahu law dan menangkap anak dari topi jerami " Ucap Sosok tinggi itu
" Baiklah, lebih baik kau foto bukti ini dan kirim ke Trafalgar " Ucap Trunks
" Huh baiklah " Ucap Sosok yang disebelahnya
" Mengejutkan sekali, melihat Dracule Trunks menjadi suruhan dari keluarga Donquixote " Ucap Viola Sarkas
" Apa katamu ! " Maki Trunks
" Tunggu Trunks! " Teriak Sosok yang paling tinggi " Mengejutkan jika kau bisa tau kalau kami adalah bagian dari keluarga Donquixote "
" Aku telah menyelidiki keluarga kalian sejak lama, bahkan pengangkatan Donquixote Shaxiri menjadi shicibukai adalah salah satu rencana kalian " Ucap Viola
" Dan kau menumpang kapal Razer untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut ? " Tanya sosok yang lebih pendek
" Begitulah, tak kusangka malah aku terperangkap dalam situasi seperti ini " Ucap viola jengkel
" Wanita ini pantas dibunuh! " Maki Trunks sambil mencoba menusuk kepala Viola
" Tunggu Trunks! " Teriak sosok yang besar " Kita membutuhkannya hidup hidup "
" Cih! " Ucap Trunks
" Sesuai informasi, kau memang selalu tenang, eksekutif Diamante " Ucap Viola Sinis
" Wow, kau sampai tau siapa aku, mengejutkan " Ucap Diamante
" Dan kau pasti Corazon " Ucap Viola
" Benar, aku adalah Corazon ke-3 " Ucap Corazon
" Kalian mau ngobrol sepanjang hari ? " Sindir Trunks
" Diamante, hubungi Joker tentang misi kita " Ucap Corazon
" Iya aku tahu " Ucap Diamante kemudian pergi menjauh
" Kemana tujuan kapal ini ? " Tanya Viola
" Kau ingin tahu ? " Ucap Corazon sambil menunduk " Baiklah akan dengan senang hati aku beri tahu, kita akan pergi ke Markas Keluarga Donquixote "
" Berhati-hatilah memberi tahunya " Ucap Trunks " Aku akan menghubungi Pica dan Trebol yang sedang berada ditempat Drake "
" Baiklah " Ucap Corazon kemudian berdiri
" Sebenarnya apa tujuan kalian ? " Tanya Viola
" Menghancurkan Kekuatan 4 Yonkou dan sang Raja Bajak Laut, itu tujuan kami "
Kita beralih ke kapal Razer
Matahari mulai terbit dan Razer serta 8 krunya sudah mulai sibuk, Genghis dan Albert sedang mengasah dan mengelap tombak dan senapan, Jasmine, Raifu, Suna, dan Ronnie sedang mempersiapkan amunisi dan meriam untuk penyerangan, Kurosaki, Razer, dan Genryuu sedang sibuk membersihkan pedang dan mengasahnya
" Tak kusangka kita harus berhadapan dengan Shicibukai " Ucap Ronnie
" Tapi apa urusan Dracule Trunks dengan Viola ? " Tanya Genryuu
" Apapun urusannya, kita harus membebaskan teman kita " Ucap Razer kemudian mengeluarkan kotak kayu berisi 25 bingkai kaca , kotak itu masih terisi 9 bingkai kaca dengan nama
" Apa yang mau kau lakukan ? " Ucap Kurosaki
" Itu Vivre Card, tapi sejak kapan ? " Tanya Genryuu
" Saat kalian tidur, aku menanamkan Vivre Card Milikku di bagian tubuh kalian tanpa kalian sadari, tak perlu bertanya di bagian mana aku menanamnya, intinya aku sudah untuk situasi seperti ini " Ucap Razer
" Bukankah Vivre Card bagian kecil pasti mengarah ke Vivre Card yang besar ? " Tanya Genryuu
" Memang, dulu aku membuat 30 lembar Vivre Card untuk berjaga-jaga " Ucap Razer
" Kau pernah ke Dunia Baru ? " Tanya Genryuu
" Tidak pernah, aku minta tolong guruku membuatkanku Vivre Card " Ucap Razer
" Dan lalu siapa gurumu ? " Tanya Kurosaki
" Oh, seseorang bernama Silver Rayleigh " Ucap Razer
" HAH ?! SILVER RAYLEIGH ?! " Teriak Genryu dan Kurosaki bersamaan
" Ada apa memangnya ? " Tanya Razer
" Hei kau tidak berbohong kan ? " Tanya Kurosaki
" Buat apa aku berbohong " Ucap Razer kembali menatap kotaknya " Dia yang mengajariku haki dan ilmu pedang, kalau kalian mengenalnya, itu berarti dia tidak berbohong "
" Dia adalah legenda dalam dunia bajak laut, dan dia adalah wakil kapten kelompok bajak laut Roger, Raja Bajak Laut sebelum ayahmu " Ucap Genryuu
" Aku sudah mengetahui soal itu " Ucap Razer " Nah Raifu, coba kau arahkan kapal mengikuti arah yang ditunjukam Vivre Card ini "
" Baik Razer " Ucap Raifu kemudian mengambil kertas Vivre Card yang menunjukan lokasi dimana Viola
" Bagaimana dengan Log Pose ? Apakah mengarah ke arah yang sama dengan kertas itu ? " Tanya Razer
" Kau benar, Loge Pose menunjukan tempat yang sama " Ucap Raifu " Bagaimana kau bisa tahu ? "
" Hanya Intuisi saja " Ucap Razer tersenyum " Genryuu dan Ronnie, kalian berdua adalah pengguna logia,aku serahkan pembukaan serangan pada kalian ya "
" Baik! " Ucap Genryuu dan Ronnie kompak
" Suna, Jasmine, dan Raifu, kalian tetap dikapal untuk menembakkan meriam kita ke arah pelabuhan " Ucap Razer " Albert, Genghis, Kurosaki dan aku akan melakukan serangan darat, saat kami berhasil menyerang garis pantai,Ronnie dan Genryuu akan menyusul dibelakang kami berempat, dan yang lain tetap di kapal dengan menembaki wilayah tengah pulau "
" Ide bagus, tapi kita berhak membunuh siapapun kan ? " Tanya Ronnie
" Jika dia menghalangi kita, maka bunuh saja " Ucap Razer " Prioritasnya adalah cari lokasi Viola, Trunks adalah urusanku "
" BAIK! " Teriak seluruh anggota Razer
Kita beralih ke perairan dunia baru
Kapal Bajak Laut Heart
Law sedang duduk dengan Bepo dan Penguin, mereka sedang makan sarapan dan membahas permintaan dari Bonney
" Bagaimana jawaban kapten ? " Tanya Bepo
" Tujuannya menarik, namun aku masih khawatir soal Kidd " Ucap Law
" Bukankah Kidd dan Topi Jerami masih terlibat konflik ? " Tanya Penguin
" Kau benar, Tapi aliansi kidd sampai saat ini tidak diserang oleh Topi Jerami, ditambah aktifitas pasar gelap masih stabil walaupun Kelompok Bajak Laut Kidd sudah kehilangan armadanya " Ucap Law
" Bukankah jika Drake berhasil kita kalahkan, maka jalur pelayaran aliansi kita akan aman ? " Tanya Bepo
" Kau benar, tapi Drake bukan orang yang bodoh seperti itu " Ucap Law
Sedang membahas permintaan Bonney, ada salah satu kru divisi special Law datang membawa surat
" Kapten Law, ada surat untukmu " Ucap Kru tersebut
" Surat dari siapa ? " Tanya Law
" Maaf kapten, sang pengirim tidak memberi tahu "
Law kemudian membuka surat tersebut dan mulai membaca, terlihat ekspresi kaget dan amarah di wajahnya
" DOFLAMINGO BAJINGAN! " Umpat Law
" Ada apa kapten " Ucap Bepo kaget
" Brengsek! Aku kira manusia itu sudah mati di Impel Down! " Maki Law
" Kenapa ? Siapa Kapten ? " Tanya Penguin kebingungan "
" Aku dulu sempat punya kerabat keluarga, lebih tepatnya dia adalah adik dari ayahku, Namanya Broly, Fierce D. Water Broly " Ucap Law " Broly juga merupakan korban selamat dari White Town, dan dia mempunyai anak bernama Viola, aku mendengar kabar bahwa Viola menjadi bajak laut namun setelah itu berita soal viola hilang sehingga aku tidak dapat melacaknya kembali "
" Lalu yang membuatmu marah apa ? " Tanya Bepo
" Doflamingo menyandera Viola dengan ikut mengirimkan fotonya, dia mengancamku akan membunuh Viola jika aku ikut membantu Bonney " Ucap Law
" Lalu bagaimana ? Kau ingin mengikutinya ? " Ucap Penguin
" Tentu saja tidak " Ucap Law " Penguin, aku mau kau memimpin 9 Divisi dan pergi ketempat bonney beserta aliansi, tapi ganti lambang layar kalian dengan lambang bajak laut Bonney "
" Baik Kapten " Ucap Penguin
" Kalau tugasku kapten ? " Tanya Bepo
" Kau ikut aku, cari informasi tentang Donquixote Shaxiri, aku yakin Doflamingo mengendalikan anaknya dari balik layar " Ucap Law " Dan jangan lupa beritahu Bonney soal ini, jika urusanku sudah selesai dengan Doflamingo, maka aku akan pergi ke tempat bonney "
" Baik kapten! " Jawab bepo dan penguin bersamaan
Kita beralih ke sudut pulau di Grandline
Pulau Hekacx, Grandline
Ruang Tahanan Istana Kelompok Bajak Laut Donquixote
Viola terlihat terantai di sebuah ruang tahanan, dia terlihat babak belur dan juga beberapa luka sabetan benda tajam berada disekujur tubuhnya
" Aku masih hidup " Gumam Viola
Dirinya tergantung di dinding layaknya tawanan zaman romawi kuno, Viola tergantung dengan luka dan baju yang compang camping
" Apakah benar mereka memberitahumu, Law-neesan " Gumam Viola
Viola tertunduk dan menangis, dia menyesali kenapa dia tidak bisa melawan saat dibawa oleh Trunks, pikirannya mulai mengawang membayangkan dimana Razer dan kru bajak laut pedang hitam lainnya berada
" Apakah kau akan datang kesini Razer ? " Gumam Viola
Duarrr!!! Duarrr!!! Duarrr!!!
Suara ledakan dan tembakan meriam terdengar sangat kencang, dirinya pun mulai melihat ke jendela jeruji yang ada dipojok kanan atas ruangan itu
" Siapakah yang menyerang ? Bukankah pulau ini dianggap pulau biasa ? " Gumam Viola dalam Hati
Kita beralih ke garis pantai pulau Hekacx
Terlihat anak buah bajak laut Donquixote sedang tunggang langgang menerima sambaran petir dan tembakan meriam yang, bangunan dan pelabuhan di sepanjang garis pantai sudah hancur luluh lantah, Kapal Galleon sudah mulai mendekat dengan pulau, Genryuu mulai menyebarkan kabut disepanjang pantai, terlihat 200 anggota bajak laut Donquixote mulai menyerang mereka dan berlari masuk kearah kabut
Jauh di daratan yang lebih tinggi, Shaxiri dan Corazon sedang berdiri tegap melihat aksi bajak laut Pedang Hitam
" bagaimana bisa mereka menemukan pulau ini ? " Tanya Shaxiri
" aku sendiri tidak tahu, yang jelas kita harus mempertahankan tawanan sampai waktu yang di perjanjikan " Ucap Corazon
" Tak usah khawatir, mereka tidak akan bisa menyelamatkan Viola "
Suara itu tergubris oleh Shaxiri dan Corazon, sebuah sosok tinggi berjalan kearah mereka
" Dia pasti adalah kapten dari kapal Viola " Ucap Sosok itu
" Benar, mereka adalah kelompok bajak laut Pedang Hitam " Ucap Shaxiri
" Aku harap kalian bisa mengurus mereka " Ucap Sosok itu
" Baik Ayah! " Ucap Shaxiri
Sosok itu adalah Donquixote Doflamingo, dengan ciri khas senyumannya dan juga rambut putih serta kaca mata bermotif burung flamingo berjalan masuk kedalam kegelapan
" Dan Shaxiri, aku punya hadiah untukmu " Ucap Doffy kemudian mengeluarkan 2 benda dari dalam jubah berbulunya
" Buah setan ? " Tanya Shaxiri
" Benar sekali, buah setan mendiang Admiral Akainu dan Fujitora " Ucap Doflamingo " Aku tau kau sudah memakan buah setan, tapi berikan buah ini kepada anak buahmu yang kau rasa berguna "
" Baiklah ayah " Ucap Shaxiri
" Dan Corazon, tolong pastikan soal pergerakan Drake dan Law, pastikan bergerak menuju tempat Bonney " Ucap Doffy
" Baik Doflamingo-Sama " Ucap Corazon
" Dan satu hal lagi, kerahkan semua eksekutif di bajak laut Donquixote " Ucap Doffy
" Kenapa ayah ? " Tanya Shaxiri
" Jangan pernah meremehkan musuhmu " Ucap Doffy kemudian masuk kedalam istana
" Oh ya Corazon, apakah Trunks masih berada di pulau ini ? " Tanya Shaxiri
" Sepertinya, kapal dari bajak laut Kabut Malam masih berada di pelabuhan selatan " Ucap Corazon
" Suruh dia membereskan kekacauan ini, dan usahakan pertempuran ini tidak diketahui oleh Pemerintahan dunia " Ucap Shaxiri
" Baik! " Ucap Corazon
Kita beralih ke Pelataran Istana Bajak Laut Donquixote
Pertarungan semakin sengit, Razer dan yang lainnya masih bertarung dengan para anak buah bajak laut Donquixote
Disaat Razer sedang berhadapan dengan 20 bajak laut donquixote, tebasan menakjubkan mengarah kearahnya
Trangg!!!
Razer berhasil menangkis tebasan itu dan mengalihkan jalur tebasannya kearah kiri
" Tak kusangka ada bajak laut tak bernama yang sanggup mengalihkan arah tebasanku "
Razer melihat kearah sumber suara itu datang, seseorang dengan pedang cukup besar datang beserta kedua orang lainnya
Ketiga orang itu adalah orang yang cukup tangguh, Dracule Trunks, Diamante, dan Asgard Scarlet, pendekar pedang terkuat di pulau itu sedang berjalan menuju Razer
" Jadi ini teman dari keponakan Trafalgar " Ucap Diamante
" Iya, dia si Rookie Razer, apakah Shaxiri-Sama terlalu berlebihan mengirim kira mengurus anak ini " Ucap Asgard
" Sepertinya kalian terlalu meremehkan anak ini " Ucap Trunks " Kalo kalian tidak mau membantuku ya tidak apa apa, biar aku menyimpan kesenangan bertarung dengannya sendiri "
Tiba tiba Razer sudah berada didepan trunks dengan sosok penuh amarah dan bersiap menebas trunks
" Dan kau juga sepertinya terlalu meremehkanku " Ucap Razer
Trangg!!!
Tebasan Razer berhasil di tangkis oleh Trunks, namun tenaga dari ayunan pedang tersebut membuat Trunks terpental 10 meter, Razer lalu meloncat dan menyerang Diamante dan Asgard
Bhakkk!!! Duagghhh!!!
Tendangan dan pukulan Razer berhasil ditangkis keduanya, namun mereka tetap terpental karena tenaga yang cukup besar di lesakkan Razer dalam pukulannya
" Tenaga yang luar biasa, untuk ukuran bocah berumur 18 Tahun " Ucap Trunks tersenyum
" Sepertinya kita harus ikut membereskan anak ini " Ucap Diamante
" kau benar, anak ini tak bisa dihadapi oleh Trunks sendirian " Ucap Asgard
" Kalian mau tau tipe orang yang sangat aku benci ? " Ucap Razer
" Tipe orang yang seperti kami ? " Tanya Asgard
" Ya, tipe orang yang seperti kalian, yang tidak tahu arti penting dari kata teman! " Ucap Razer
Aura amarah dan kebencian terpancar dari tubuh Razer, mimik muka menunjukkan keteguhan hati dan kesiapan atas apapun yang terjadi terlihat di matanya
" Anak ini berbahaya, berhati hatilah " Ucap Diamante
" Aku tidak tahu kalau seorang Diamante bisa merasakan rasa takut " Ucap Trunks tersenyum
" Berhentilah berbicara, aku mulai ya " Ucap Razer kemudian menggenggam erat pedangnya
Akuma No Settuppo!!
Razer langsung menghilang dari hadapan mereka, namun tiba tiba berdiri dibelakang mereka
" Bagaimana bisa ?! " Ucap Asgard kaget
Jrashh!!!
Asgard gontai setelah menerima tebasan super cepat Razer, darah dengan deras keluar dari tebasan yang berada di sepanjang perutnya
" Asgard! " Teriak Diamante
" Tak perlu mengkhawatirkannya, bukankah Asgard Scarlet adalah anak buahmu paling kuat ? " Tanya Trunks
" Dia benar diamante ... hhh ... aku baik baik saja " Ucap Asgard
" Nah sekarang aku sangat tertarik dengan anak ini " Ucap Trunks
Terlihat berdiri dengan tegap, Razer berhadapan dengan Trunks dan Diamante, Asgard masih berlutut sambil memegang perutnya
" Apakah kalian mulai bisa serius ? " Tanya Razer
" Kau terlalu tengik, bocah "
Mereka akhirnya bertarung, Razer melawan Dracule Trunks dan Diamante, pertarungan pertama yang mempengaruhi masa depanpun dimulai
To Be Continue ...






Tidak ada komentar: