Terengah engah seorang gadis berlari menuju Markas pemberontak
Dia adalah Hilda,Yang Menyadari Bahwa Ada yang tidak beres pada rencana penyerangan kali ini
Sesampai di markas Pemberontak,dia menyadari hanya ada satu orang berdiri sedang duduk menghadap pintu,dia adalah Abraham,yang bertemu dengan Hilda di lorong kota
" KENAPA KAU ADA DISINI ?! " Maki Hilda kemudian memasang kuda kuda
Abraham lalu berdiri dan tersenyum ke arah Hilda,Hilda yang merasa dipermainkan kemudian menyerang Abraham
Dagghh!!! Bughhh!! Duak!!!
Hilda kemudian tersungkur akibat serangan balasan dari Abraham
" yang jelas,aku bukan Musuhmu " Ucap Abraham " Kau telat,Ayahmu dan Pasukan Revolusi yang lain sudah ditangkap Oleh Kerajaan "
Mendengar hal itu Hilda kemudian melihat ke arah Abraham
" Dan Eksekusi Ayahmu akan terjadi siang ini,Ibu dan Adik Perempuanmu malah sudah di tangkap dan dibawa berlayar " Ucap Abraham
" Ke..Kenapa kau bisa ? "
" --Mengetahui soal ini ? " Balas Abraham " Rencana Ayahmu sudah bocor sejak lama,Aku kepulau ini Karena King Wapol membeli senjata dari Kelompok Bajak Lautku "
" Jadi kau bersengkongkol dengannya ?! " Maki Hilda
Abraham tersenyum lalu duduk di dekat tempat Hilda tersungkur
" Aku tidak ada urusan apapun dengan apa yang terjadi di Negara ini " Ucap Abraham " Lagipula senjata milik Pasukan Revolusi kalian pun berasal dariku "
" Bohong!! "
" Terserah mau percaya atau tidak " Ucap Abraham
Hilda kemudian mencoba tenang,bangun dan kemudian duduk
" Yang kutahu sih,kau jadi buronan kerajaan " Ucap Abraham
" Kenapa mereka sampai mengetahuiku ? "
" Pengkhianat didalam pasukanmu mengetahui terlalu banyak " Ucap Abraham " Apakah tidak aneh,Kenapa dia yang hanya Ajudan Raja Biasa mengetahui hal yang ayahmu tidak tahu ? "
Hilda terdiam lalu menutup matanya
" Dia adalah Agen Ganda yang memang ditugaskan untuk mengintai aktifitas ayahmu dalam setahun terakhir " Ucap Abraham " Bahkan dia beberapa kali memberikan penawaran untuk menyerang kalian secara langsung ke Kapalku "
" Itu artinya,Kau disini untuk menangkapku ? " Tanya Hilda
Abraham terdiam,dia kemudian mengeluarkan cerutunya,lalu menyalakan
" Kau beruntung,Tidak pernah ada Kontrak soal itu " Ucap Abraham " Tapi aku kesini untuk membuat suatu penawaran kepadamu "
Hilda membuka matanya,dan melihat Abraham yang sudah mengeluarkan kotak dari dalam jubahnya
" Kau ingin jadi lebih kuat kan ? " Tanya Abraham
Hilda lalu melihat Abraham dalam,dan kemudian menundukkan kepalanya
" Ini adalah buah setan,Tori Tori No Mi Model Elang " Ucap Abraham " Jika kau ingin bergabung dengan kelompokku,maka Buah Setan ini akan menjadi Milikmu,lalu aku juga akan mengajarkanmu cara bertarung yang lebih baik "
" Menjadi ? Bajak laut ? " Tanya Hilda Heran
" Lagipula di Negeri Ini kau sudah buronan,dan juga aku tak tahu apakah kau bisa Pergi dari Pulau ini atau tidak jika tidak denganku,lalu jika kau lolos sekalipun,memangnya bisa apa kau sendirian ? "
Hilda kemudian termenung sambil menundukkan kepala,Abraham kemudian berdiri lalu berjalan keluar
" Tenang buah itu tetap untukmu walaupun kau menolak ikut,Anggap saja itu adalah Peninggalan Ayahmu " Ucap Abraham
" Apa Maksudmu ? " Tanya Hilda
" Buah Setan itu dibeli oleh ayahmu seharga 69 Juta Berry " Ucap Abraham " Hanya saat aku ingin memberikan Pesanannya,Dia sudah tertangkap "
Abraham lalu berjalan keluar,Hilda menatap Kotak itu,dan lalu memegangnya dan membuka Kotak itu,Motif melingkar dengan warna ungu terliat di buah itu,dia lalu menggigitnya dan lalu melihat ke arah pintu
" Menjadi Bajak Laut ? " Gumam Hilda " Tidak Buruk "
Hilda kemudian berlari menyusul Abraham
= End Of Flashback =
Hilda kemudian sadar dari lamunannya,dia sadar bahwa dia tidak dapat Mengalahkan Kurosaki dan Ronnie,sementara Suna sudah pergi dari pantai itu
" Baiklah kita Akhiri saja " Ucap Ronnie " Maafkan aku "
Seketika Tubuh Hilda kaku,dia sadar bahwa rasa geli yang menganggunya sepanjang pertarungannya adalah Kekuatan dari Ronnie
100 Million Volt! Scream!
Bzzztttt!!!
" HUAHHHH "
Brugghhh
Seketika Hilda lalu jatuh,tak sadarkan diri,Kurosaki kemudian menyarungkan pedangnya,dan melihat Ronnie
" Ada apa ? Kau tidak sedang melamun seperti biasanya " Tanya Kurosaki
" Dia mengingatkanku dulu " Ucap Ronnie " Lagipula tidak penting untuk dibahas "
" Kau menjadi sentimental sejak pertarungan dengan Donquixote "
Ronnie hanya Tersenyum,dia lalu berjalan menuju Hutan
" Aku penasaran dengan Pertarungan Jasmine dan Albert,kau mau langsung ke Tempat Abraham ? " Tanya Ronnie
" Tidak Aku ingin menyusul Suna " Ucap Kurosaki beranjak pergi
Mereka kemudian berpisah berlawanan arah masuk ke dalam Hutan
Kita beralih ke Pesisir Utara Pulau Bong
Pertarungan Raifu dan Viola Melawan Miss September dan Miss July masih berlangsung sengit
Raifu terlihat Terluka Parah,Begitupun Miss September yang sudah sangat Parah,Pertarungan Mereka membuat tangan Miss September Patah sementara sekujur badan Raifu penuh dengan memar
Begitupun Pertarungan Viola dengan Miss July,Viola penuh dengan Luka tebasan dan juga serigala Miss July sudah tumbah sementara 1/4 badan Miss July sudah penuh luka Bakar
Kontur tanah di pesisir pantai itu sudah tidak berbentuk,ada yang meleleh,ada yang tercerok sedalam 4 Meter,ada garis tebasan akibat kekuatan Raifu,keadaan pesisir itu sudah kacau
" Aku rasa,ini yang bisa disebut dengan imbang " Ucap Raifu
" Imbang Melawanmu ? " Tanya Miss September " Jangan Membuatku tertawa! "
Seketika Miss September merentangkan tangannya dan mengangkatnya pelan,tanah kemudian bergemuruh dan membuat beberapa batu besar terangkat disekitar area pertarungan
" AKAN KUTUNJUKAN PADAMU! PERBEDAAN KEKUATAN KITA?! "
To be continue






Tidak ada komentar: