Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Slider

Recent Articel

Onepiece

English Fanction

Bahasa Indonesia

» »Unlabelled » Petualangan Anak Kembar Monkey D. Luffy Chapter 50

Perairan Grandline
Kapal Utama Bajak Laut Kuja
Angel sedang berdiri di dek kapal sambil melipat tangannya,di sekelilingnya terdapat Para Anggota Bajak Laut Kuja yang sedang bersiap dengan Panah Dan meriam,Dia terlihat tenang,Margareth menghampirinya
" Anda terlihat tenang Hebihime " Ucap Margareth
" Kau yang mengajarkanku untuk tetap tenang apapun situasinya,bukan begitu bi ? " Ucap Angel mengerlingkan Mata

Disekeliling 4 Kapal Kuja terdapat puluhan Kapal Kelompok Bajak Laut Singa Laut dengan meriam yang diarahkan tepat ke arah mereka,Margareth sadar bahwa Kaptennya pasti punya rencana,walau dia yakin bahwa di posisi ini,Ibunya pun akan memilih untuk diam dan tidak melawan
" Apakah anda punya Rencana ? " Tanya Margareth
" Tenang saja bi " Ucap Angel " Aku tidak akan menyetujui ajakan untuk bernegoisasi dengan mereka jika aku tidak punya rencana "

Margareth lalu meninggalkan Kaptennya dan kembali ke posnya,Angel pun melihat kapal bajak laut di sekitar kapal miliknya dan memperhatikan seksama setiap sudut kapal itu
" 97 Kapal dengan Total Awak 1320 Orang " Gumam Angel " 24 Orang di antaranya bisa menggunakan Haki "
Angel kemudian mengelus dagunya dan kemudian berseder di dinding kapal
" Masih belum " Gumam Angel
Angel kemudian membalikkan badannya dan berjalan kedalam kapal
" Kalau kau disini,apa yang akan kau lakukan kak ? "
Kita beralih ke Sudut lain dari Grandline
Pesisir Timur Pulau Bong,Grandline
" Aku tahu mana yang Asli "
Perkataan Suna Tersebut membuat Ronnie sadar Akan Sesuatu,dia kemudian merentangkan tangannya dan menarik nafasnya dalam dalam
300 Billion Volt!!! Rawr Lightning!!!
Jdarrr!!! Jdarrr!!! Jdarr!!
Hujan Sambaran Petir dari Langit yang menghancurkan 90% Pesisir Timur Pulau itu pun mengepulkan asap tinggi,terlihat Hilda atau dikenal dengan Miss November Berdiri dengan terhuyung Penuh luka sementara Daisy atau Miss June sudah berlutut memegang lukanya
" Serang Dahsyat itu tidak sanggup jika hanya ditahan menggunakan Boushoku " Guman Hilda kemudian mulai berlutut
" Apakah Anda baik baik saja Hilda-Sama ? " Tanya Daisy
" Kau tidak perlu memikirkanku " Ucap Hilda tanpa menoleh " Lebih baik kau pikirkan bagaimana Menyelamatkan Ruby yang sedang sekarat  itu dengan 3 Orang Musuh dengan kekuatan Monster ini "
" Tenang saja,Ruby dapat bertahan hingga 3 Hari dengan luka seperti itu " Ucap Suna

Hilda kemudian mencoba berdiri dan kembali berubah ke bentuk hybrid elangnya
" Oh kau masih mah bertarung rupanya " Ucap Ronnie 
" Kau tidak keren " Ucap Suna " Padahal maksudku adalah untuk mengelabuhi mereka "
" Untuk apa Suna ? " Tanya Kurosaki " Kalo dipikir,daritadi mereka hanya berniat membuang waktu "
" Bantuan ya ? " Ucap Suna " Jadi Ada Kelompok Kalian yang menuju ke pulau ini ? "

Hilda kemudian merubah kembali ke dalam bentuk manusia,dan kemudian membenarkan rambutnya
" Pergilah Daisy,Selamatkan Ruby " Ucap Hilda " Sisanya bisa ku urus "
" Tapi Hilda-Sama ? "
" PERGILAH ! " Teriak Hilda

Daisy kemudian mengumpulkan tenaganya,dan kemudian mencoba berdiri,lalu merentangkan kedua tangannya
Bwosshhh!!!
Seketika Muncul 6 Sosok Miss June yang kemudian berlari terpencar ke arah Suna,Ronnie,dan Kurosaki
Suna Kemudian Menghentakkan Kakinya dan seketika keluar Aura Panas dari dalam tanah seperti gelombang ke arah Miss June
Blarr !!! Blarr !!! Blarr !!!
Seketika Sosok tersebuk meledak dan menimbulkan asap tebal yang menutupi penjuru pesisir timur pulau itu,perlahan Angin di pulau itu meniup asap itu dan hanya terlihat Sosok Hilda atau Miss November disana
" Sepertinya kalian tidak mengincar Daisy dan Ruby " Ucap Hilda
" Urusanku sudah selesai dengannya " Ucap Suna melangkah ke arah Utara " Aku Rasa kakakku perlu bantuan "
" JANGAN LARI ! " Teriak Hilda

Sringg!! Trangg !!
Seketika Cakar Hilda yang akan menyerang Suna,ditangkis Oleh Kurosaki dengan Pedangnya,Tatapan Tajam terlihat dari seringai Kurosaki
" Kau harus bisa menghargai Rasa Pengampunannya " Ucap Kurosaki " Karena Di Zaman ini,Mencari Bajak Laut Seperti dia itu susah "
Hilda lalu mundur beberapa langkah dan memperhatikan sosok suna yang menjauh masuk ke dalam hutan
" Kau tidak ingin pergi ? " Tanya Ronnie
" Kebiasaan Melamunmu membuatmu Khawatir " Ucap Kurosaki

Ronnie tersenyum lalu kembali melihat Ke Arah Hilda,Terlihat Ekspresi Pasrah di mukanya
" Aku tau,Kau sadar kalau kau tidak bisa menang melawan kami berdua " Ucap Ronnie " Dengan kondisimu sekarang,Melawanku pun kau tidak sanggup bertahan lama "
" Aku tidak perlu rasa kasihanmu " Ucap Hilda

= Flashback =
Kerajaan Evil Sakura Kingdom,South Blue 10 Tahun Yang Lalu
Kerajaan ini adalah kerajaan yang di pimpin oleh Wapol,Mantan Raja Sakura Kingdom di Grandline,dia memerintah dengan sangat tirani dan tanpa belas kasihan
Di suatu sudut kota di Kerajaan Evil Sakura,Hidup Seorang Anak Perempuan Miskin namun Sangat pandai bertarung,dia adalah salah satu perampok yang tumbuh di keluarga pemberontak di Negara itu
Anak itu bernama Hilda,Umur Anak itu 16 Tahun,Dia termasuk Perampok Paling Jenius dan juga berbahaya dengan seumurannya,Dia bahkan pernah membuat Pasokan Senjata kerajaan terputus selama 5 Bulan
Siang itu Hilda sedang mengasah Pedang kecil yang selalu dibawanya,terlihat penampilannya siang itu dengan pakaian tempur,ya siang itu Ayah dari Hilda,Rick sedang merencanakan penyerangan ke istana dan bertujuan membunuh sang Raja
" Aku harus dapat membuat bangga ayah "  Gumam Hilda
" Kau anak remaja yang berbahaya yah "

Seketika Hilda langsung melempar pedang yang di asahnya ke arah sumber suara tersebut
Ptangg !!!
suara itu datang dari sosok,Sosok itu mengenakan jubah hitam bergaris,Pedang itu dengan mudah ditangkis oleh sosok tersebut,Hilda lalu memasang kuda kudanya
" SIAPA KAU ?! " Maki Hilda
" Siapa aku bukanlah hal penting " Ucap Sosok itu " Kau terlihat ingin bertarung "
" JAWAB PERTANYAANKU! " Maki Hilda " SIAPA KAU ?! "

Sosok itu tersenyum dalam bayangan gedung lalu berjalan maju membuka Jubahnya
" Namaku Abraham " Ucap Sosok itu
" Apakah kau adalah Prajurit Khusus Kerajaan ? " Tanya Hilda dengan Mimik Waspada
" Kau sudah tau namaku,Bukankah lebih sopan jika kau memberi tahu namamu ? " Tanya Abraham
" Ayah bilang kalau jangan memberi Informasi sembarangan kepada orang asing " Ucap Hilda " Siapa tau kau adalah Musuh "

Abraham menaikkan alis kanannya,lalu tersenyum melihat Hilda
" Anak ini menarik " Gumam Abraham
" Apa yang sedang kau pikirkan ?! " Maki Hilda
" Bukankah kau sendiri yang bilang,kalau jangan sembarang memberi informasi kepada orang asing ? "

Mendengar jawaban Abraham,Hilda menjadi kesal,dia lalu berlari memutar dan loncat menyerang Abraham
Bhuagh!! Pakkk !! Duaghhh !! Brughhh !!
" Aduhh !!! " Teriak Hilda
Hilda tersungkur dengan tangan terkunci oleh Abraham,dia kemudian melihat ke Arah Abraham yang memperhatikan seksama Sekujur badan Hilda
" Kau punya banyak benda tajam di badanmu " Ucap Abraham " Tak Kusangka kau sudah terlatih menjadi seorang pembunuh "
" Lepaskan Aku !! " Maki Hilda
" Tenanglah,Aku bukan musuh " Ucap Abraham 
" Bohong! Kau bukan berasal dari pulau ini kan ?! " 
" Memangnya Kau sangat membenci Pendatang ? "
" Hampir seluruh Pendatang di Pulau ini adalah Musuh karena Merupakan Tentara Bayaran Kerajaan ! " Maki Hilda " Apa yang membuatmu berbeda ?! "
" Pertama,Aku adalah Bajak Laut " Ucap Abraham " Kedua,Kerajaan ini tidak punya urusan apa apa denganku "

Hilda mulai sedikit agak tenang,dan berhenti berontak,Abraham lalu melepaskan kuncian pada tangan Hilda dan kemudian berjalan menjauh
" Kita Akan Bertemu Lagi " Ucap Abraham lalu menghilang dibalik bayangan
Hilda kemudian bangun dan membersihkan debu yang melekat pada baju dan badannya lalu memungut pedang kecilnya yang tersangkut di tanah
" Siapa orang itu ? " Gumam Hilda
Dia kemudian menyarungkan pedangnya dan kemudian berjalan Pergi
30 Menit berjalan,Hilda sampai ke Markas Pusat Pasukan Pemberontak Kerajaan,Dia masuk dan melapor kepada seorang Pria Besar yang memikul gadah besar di punggungnya dan berbicara dengan seseors
" Lapor Komandan,Keadaan Ibukota Kerajaan sangat sepi,Kita bisa melancarkan serangan Kapanpun " Ucap Hilda
Pria itu melihat menoleh Kearah Hilda,dan kemudian tersenyum
" Syukurlah kau selamat " Ucap Pria itu
" Aku hanya melakukan pengintaian Ayah " Ucap Hilda " Aku sudah terlatih dengan itu "

Dia adalah Rick,Ayah dari Hilda,Dia juga menjabat sebagai penjaga Istana,dia terlihat gagah,Pandangannya memang sangat kritis soal kerajaan,karena Muak akan pemerintahan King Wapol,Rick pun memutuskan untuk membentuk suatu pasukan pemberontak yang bertujuan Mengkudeta Raja Wapol
" Aku mau kau memutar daratan tinggi bukit dan mengawasi Istana " Ucap Rick " Ayah akan masuk sebagai Pengawal dan berpura pura melindungj King Wapol "
" Tapi ayah,itu Berbahaya sekali " Ucap Hilda " Jika Rencana ini bocor ke pihak musuh,Ayah bisa dijebak dan dihukum mati "

Rick tersenyum dan kemudian duduk di depan anaknya sambil memegang pundaknya
" Jika ayah Mati,Tapi bisa Membawa King Wapol bersama Ayah,itu tidak apa apa " Ucap Rick " Asal Kita dapat Membebaskan Kerajaan ini dari Kekuasaan Tiraninya "
Hilda lalu memeluk ayahnya,dan perlahan menangis
" Jangan sampai kalah ayah " Ucap Hilda
Rick kemudian mengelus rambut anaknya,dan kemudian berdiri
" SIAPKAN POSISI KALIAN MASING MASING ! " Teriak Rick " KITA JALANKAN RENCANA KITA ! "
" SIAP KOMANDAN RICK ! "

Hilda langsung berlari keluar istana menuju bukit timur,,dia lalu berdiam diri di posisinya memperhatikan istana megah yang mayoritas dilapisi besi
" Cara satu satunya masuk adalah lewat depan " Gumam Hilda
Dia kemudian memperhatikan sekeliling istana dan melihat King Wapol di Taman Istana sedang berbicara dengan seseorang
" Bukankah orang itu adalah orang yang tadi berbicara pada ayah ?! " Gumam Hilda
Hilda memperhatikan orang itu menyerahkan beberapa dokumen
" Pengkhianat! " Umpat Hilda lalu berlari mencoba menyelamatkan Ayahnya
=To be continue =

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply