Petualangan Anak Kembar Monkey D. Luffy Chapter 3 By: Unknown on November 15, 2015 / comment : 0 Twin Cape..Grand Line Siang itu Bajak Laut Topi Jerami sedang beristirahat,terlihat beberapa aktifitas kru siang itu. Brook yang sedang bercengkrama dengan Crocus didekat mercusuar. Laboon yang sedang mengambang dengan tenang, Ussop dan Jinbei yang sedang memancing dengan duduk diatas Laboon. Franky yang sedang sibuk memeriksa kondisi kapal. Zoro yang sedang duduk dipinggir sunny sambil menggendong anak perempuannya Chopper yang sedang memeriksa kehamilan Nami di ruangannya. Sanji yang sedang memasak didapur. Robin yang membaca buku sambil mengelus kepala anak laki-lakinya yang tertidur di pahanya Dan Sabo dan Luffy yang ngobrol dengan sabo 3 meter didepan Robin sambil minum minum "Suasana Kapalmu Ramai yah"ucap Sabo. "Begitulah Shishishishishi " balas Luffy yang kemudian meminum minumannya dan memakan daging yang berada di lengan kanannya.. "Oh ya apa kabar Koala? Lama tidak jumpa, kalau aku tidak salah dia sedang hamil ya?" tanya Robin. "Kabar dia baik dan dia juga sudah melahirkan" Jawab Sabo. "Wah kau sudah jadi ayah ya? Selamat yah selamat" ucap Luffy sambil menepuk punggung Sabo "Hei Hentikan Luffy" Ucap Sabo mulai terganggu. "Oh ya namanya siapa kalo aku boleh tau ? " Tanya Zoro "Ace " jawab Sabo Singkat "Wah Ace yah namanya ? Banyak Kenangan yah di Nama itu " Jawab luffy sambil mulai melihat langit biru. "Oeeii Luffy,apa kau masih ingin terpuruk atas kematiannya ? Bukankah kau sudah menerima kematian Ace ? " Tanya Sabo "Memang,Namun aku hanya kecewa karena dia tidak dapat melihatku menggapai mimpiku " jawabnya dengan pelan,Luffy mulai mengenang masa masa dia,ace,dan sabo waktu kecil, tanpa sadar air matanya mengalir. Sabo yang sadar Luffy menangis mulai menggoda luffy " Wah wah kesempatan langka aku dapat melihat Raja Bajak Laut menangis " goda Sabo Tersadar Godaan Sabo,Luffy kemudian menghapus air matanya dan menatap Sabo " Tidak tidak,apasih " Ucap Luffy Malu " Oh ya hal apa yang ingin kau bicarakan " lanjut Luffy " Oh ya aku hampir lupa " ucap Sabo menepuk jidatnya " Mulai dari mana ya ? oh ya begini,kau tahu kan pemerintahan yang lama sudah jatuh dan digantikan yang baru " Tanya sabo " Ya aku tahu,itukan ulahku,lalu ? " balas Luffy sambil memiringkan kepala " Kau tahu,banyak yang berubah dari dunia ini,perubahan itu mempengaruhi Bajak Laut dan Angkatan laut " Ucap Sabo yang kemudian meminum minumanya,dan kemudian melanjutkan penjelasannya " bahkan Perubahan itu mempengaruhi Pihak Revolusioner " Lanjut Sabo " Maksudmu Sabo-San ? " Tanya Robin yang kemudian menutup bukunya dan ikut mendengarkan penjelasan sabo "Sejak kalian meninggalkan Grandline sampai hari ini pun,lautan ini masih menjadi medan perang,banyak kelompok Bajak Laut mengamuk,dan angkatan laut yang tersebar di penjuru Grandline,mengambil cara " Rekrut Paksa " dan diterapkan kepada penduduk sipil untuk menambah Kekuatan Mereka " Ucap Sabo sambil kembali minum " Banyak dari Pasukan Revolusioner yang bertempur dengan kelompok bajak laut dan angkatan laut,memang pertempuran itu merupakan tidak perlu,namun karena diserang,ya mau tidak mau kami mempertahankan diri " Lanjut penjelasan sabo " Lalu kau ingin kami melakukan apa ? " Jawab zoro sambil berdiri dan berpindah untuk duduk disamping robin " Zzzzz ... " " Sudah kuduga,dia pasti tertidur " Ucap Sabo menepuk jidatnya " fufufufu .. " Robin tertawa " Apa perlu aku bangunkan ? " Tanya Zoro " Tidak Perlu " Cegah Sabo " Nanti kalian ceritakan saja kepada Luffy " Lanjutnya " Silahkan diteruskan ceritanya Sabo-San " ucap Robin " Ada beberapa kekuatan yang dominan di Grandline,untuk sekarang Baltigo masih aman,tapi aku tak yakin untuk kedepannya " Ucap Sabo " Memang Dragon-San sudah turun tangan memberantas beberapa bajak laut itu,namun karena umurnya yang sudah tua aku tidak yakin beliau sanggup melakukan sendirian " Lanjut Sabo " Lalu bagaimana dengan Pemerintah ? " Tanya Zoro " Lebih parahnya,karena sibuk mengurusi urusan untuk memperbaiki pemerintahan yang lama,pemerintahan yang baru benar benar memberikan kepercayaan penuh kepada Angkatan laut " jawab Sabo " Lalu,kau ingin kami membantumu menumpas bajak laut itu ? " Tanya Zoro penuh menerka " Tidak perlu,kalian hanya cukup berlayar di grandline seperti biasa,bertemu bajak laut dan mengalahkannya,ya seperti yang kalian lakukan dulu " Jawab Sabo santai " Hanya itu ? " " Kurang lebih seperti itu,dan ini aku punya data data bajak laut yang berkuasa di grandline " ucap sabo mengeluarkan buku warna merah berlambang tengkorak di sampul buku tersebut " ini robin,anggap saja sekarang kalian sedang berburu " ucap Sabo sambil menyerahkan buku itu kepada robin " Oeeeiii ~ ada kapal tidak dikenal mendekat " teriak ussop kearah kapal,teriakan tersebut membangunkan luffy yang memang tidur sambil duduk " Huuh ? Musuh ya ? " Ucap Luffy Setengah Sadar Luffy langsung memasang kuda kudanya walaupun masih memegang gelas,Zoro juga berdiri dan mengeluarkan satu pedangnya,sanji langsung berlari keluar sambil memegang Pisau dapur dan wortel lalu bersiap melakukan sky walk kearah kapal tersebut Melihat lambang kapal tersebut,sabo langsung menghalangi luffy " Itu kapal Penjemputku " Ucap Sabo " Hah ? apa maksudmu ? Kau sudah ingin pergi ? " ucap luffy sambil melepas kuda-kudanya " Hoi Marimo Bodoh,kau ingin bertarung sambil membawa anakmu yah ? Memangnya anakmu itu tameng ? " Maki Sanji melihat kebodohan Zoro " Kau sendiri kenapa ingin bertarung dengan membawa wortel dan pisau ? Memangnya kau ingin memberi makan kelinci ? " Maki Zoro melihat Kebodohan sanji " hahahah kalian bodoh ya " Ucap luffy " DIAM KAU! KAU SENDIRI KENAPA INGIN BERTARUNG SAMBIL TETAP MEMEGANG GELAS ?! " Maki Zoro dan Sanji bersamaan " hah ? Oh iya yah ahahahahah " Respon luffy menyadari ketidaksadarannya. Kegaduhan itu membangunkan Yasuragi,melihat ayah dan kedua pamannya itu yang sedang ribut,anak laki laki berumur 8 tahun itu bertanya pada ibunya " Bu,ayah dan paman sedang ada masalah apa ? " " fufufufu .. Ibu juga tidak tahu " Jawab Robin sambil tersenyum " Selamat Siang jendral Sabo " Teriak Kapten kapal Itu Memberi Hormat " Selamat Siang " Jawab Sabo tersenyum " Yasudah aku pamit dulu,tolong jangan lupa sampaikan ceritaku tadi ke Luffy " Ucap Sabo kearah Robin " Baik Sabo-San " Balas Robin " Kau tidak ingin makan dulu bersama kami ? Aku sudah memasak juga untukmu " Tanya Sanji " Tidak,Terima kasih,aku juga harus buru-buru " tolak sabo Halus dan meloncat kekapal itu " " Oeeii Sabo,Bagaimana anak buahmu bisa menemukan lokasi kita disini " Tanya Zoro penasaran dan masih memegang pedang dan menggendong anaknya " Mudah saja,Menggunakan ini " Jawab Sabo Sambil mengeluarkan Kertas dari saku Celananya " Ohh Vive Card ya " balas Zoro yang kemudian menyarungkan pedangnya " Kita Berangkat Ke Baltigo " Teriak Sabo " Siap .. " Teriak Kapten dan awak Kapal Tersebut " Sampai Jumpa Sabo " Teriak Luffy sambil melambaikan tangan kepada Sabo " Sanji aku lapar " Sambung Luffy " " Makanan sudah Siap Kapten " Jawab Sanji " Oeeiii~ makanan sudah siap " Teriak Sanji ke arah keluar kapal Perlahan satu per satu anggota bajak laut Topi Jerami yang diluar kapal, naik ke kapal dan masuk ke ruang makan,disertai juga Crocus dan Brook yang masih bercengkrama,Chopper dan Nami pun yang keluar dari ruangan Perawatan,langsung pergi menuju Ruang makan,Yasuragi yang melihat keanehan di gelas luffy pun,kemudian memanggil luffy. " Tenaga paman kuat yah,memegang gelas sampai Retak seperti itu " Ucap Yasuragi dengan perasaan Kagum " Eh iya apa ? " Ucap Luffy kaget,dia memperhatikan retakan di gelas itu dan seketika langkahnya terhenti,dan kemudia dia melihat lautan " Oeeii luffy,ada apa ? " Tanya Zoro " Tidak,Kalian duluan Saja " Jawab Luffy Pria ini kemudian berjalan kepingir Sunny,bertenger di pinggir kapal,dan menaruh gelas itu di sampingnya,kegelisahan mulai menyelubunginya " Perasaanku tidak enak.Ada apa ini. " Kita Beralih ke Amazon Lily Hutan Amazon Lily Razer sedang berlatih,dia melatih beberapa gerakan pedangnya,terlihat beberapa bagian hutan ini yang hancur akibat dari latihan Razer " Haaah,latihan kali ini tidak maksimal,disini tidak seperti pulau Rusukaina,tidak ada tantangan dan tidak ada lawan berlatih " Gerutu Razer dalam Hati Kemudian Razer menyarungkan pedang hitam buatannya yang diberi nama " Shi No Kami " dan mulai membersihkan keringat yang ada di badannya memakai handung yang dia ikat di pinggangnya,seketika Razer merasakan angin berhembus melawati badannya " Kak.. Tolong aku " Kata kata itu seperti terbisik ditelinganya,rasa gelisah mulai menyelubunginya,dia kemudian bergegas memakai baju yang sengaja ia lepaskan jika ia berlatih dan langsung kembali ke istana Sesampai di istana,Razer langsung bergegas ke kamarnya,dia langsung membongkar lemari pakaiannya,dan akhirnya mengeluarkann sebuah kotak kayu dan kaget melihat isinya keringat mengucur dari dahinya,rasa taku dan gelisah bercampur jadi satu,pelan pelan Razer menutup matanya dan mencoba membuat dirinya tenang,dia kemudian melihat keluar jendela kamarnya yang memang terbuka jika disiang hari " Ditangkap yah ? .. " Anak laki-laki itu kemudian terduduk di bangku bundar yang terletak di dekat jendela tersebut dan menaruh kotak tersebut di meja yang terletak di samping bangku itu,lalu ia mengeluarkan pedangnya,menatap pedang hitam itu sangat dalam " Maaf yah Rayleigh-Sensei,Aku sepertinya akan membunuh banyak orang " Ucap Razer yang kemudian menyarungkan pedangnya Anak Laki Laki itu kemudian bersiap untuk pertempuran menyelamatkan ibu dan adiknya Halaman Istana Kuja " Apa ?! " Teriak Sonia " Kalian Yakin ?! " " Kami yakin Sonia-Sama " jawab 3 prajurit kuja serentak Kabar Tertangkapnya Hancock oleh Gardess sudah sampai ke kuja,bukan lewat surat kabar,melainkan lewat surat yang terikat di anak panah yang tertancap di jendela pos terluar Pulau Amazon Lily " Lalu Kalian Melihat Pemanahnya ? " Tanya sonia penasaran " Maaf Sonia-Sensei,kami tidak melihatnya " jawab salah satu Prajurit itu " Lalu bagaimana dengan Razer-Kun ? Apa perlu diberitahu ? " " Aku Minta kalian Rahasiakan ini,siapkan semua pasukan Kuja terkuat,dan kapal,lakukan persiapan dengan diam diam dan jangan membuat dia curiga,kita berangkat besok pagi! " Perintah Sonia Sonia membaca lagi kertas itu,memaknainya dalam-dalam,belom lama membaca,semua prajurit itu tidak ada yang bergerak "Kenapa kalian masih disini ?! " Bentak Sonia " Maaf Sonia-Sama,tapi saran saya,kita lebih baik meminta bantuan " ucap salah satu prajurit itu. " Pada siapa ?! Pemerintahan dunia ?! Itu hanya membuat posisi kakak di pemerintahan dunia goyah! " Bentah Sonia " Menurutmu apa respon pemerintahan dunia jika mengetahui salah satu Shicibukai kalah dikondisi dunia saat ini ?! " Ditengah situasi yang memanas itu, Burung pengantar berita datang dan membawa berita yang mengejutkan. Seketika Sandersonia pun panik. Di lain tempat Razer dengan penampilan celana jeans warna biru,baju kaos warna merah dengan lambang " Shabody Park " dan memakai topi warna putih,pedang terikat dengan tali tambang yang mengitari pinggangnya seperti ikat pinggang dan sendal jepit ciri khasnya,berjalan menuju pintu keluar Istana kuja, Sonia yang melihat itupun sontak memanggilnya " Mau kemana kau Razer-kun ? " " Aku mau pergi menyelamatkan ibu " jawab razer polos " Aduh kau lagi macam macam! " bentak Sandersonia " Siapa yang memberitahu Razer soal masalah ini ?! " Tanya Sonia dengan Nada Marah kepada ketiga Prajurit itu Kebingungan meliputi Ketiga prajurit itu,mereka membisu,tidak ada yang terpikir dari otak mereka untuk menjawab pertanyaan Adik dari ratu kuja ini " Jawab Pertanyaanku! " " Haaah,sudah kuduga " ucap Razer kemudian menghela nafas " Apa maksudmu ?! " Tanya Sonia makin emosi dengan tingkah anek keponakannya ini " Bi,emosi tidak menyelesaikan apapun,bibi penting loh disini saat ibu tidak ada,sudahlah cukup aku saja yang pergi,bibi cukup minum teh saja sana " Ucap Razer santai sambil mengupil " lagipula tidak ada yang memberitahuku soal ini " Lanjut Razer dan membuang upilnya " Haduhh kau sudah berani yah melawan kata kata bibi! " bentak Sonia " Percayakan padaku,lagipula jika ibu dan bibi mari saja bisa dikalahkan,apa yang bisa bibi lakukan untuk menang melawan orang yang menangkap mereka berdua ? " Lanjut Razer sambil tersenyum. kata kata terakhir itu memang mengguncangnya,Sonia pun berfikir,apa yang bisa ia lakukan dihadapan orang yang sudah mengalahkan Kakak dan Adiknya,apalagi dia juga berhasil mengalahkan para anggota bajak laut kuja yang terkenal sangat kuat " Sebaiknya kau urus adikmu bocah nakal ?! " Bentak Sonia Makin Emosi setelah direndahkan keponakannya " Inipun aku pergi untuk mengurus Angel yang juga tertangkap bersama Ibu dan Bibi Mari " Jawab Razer sambil menggaruk kepalanya " Apa ?! Kau tahu darimana ?! " Teriak Sonia kaget dan panik menjadi satu " Sudahlah,nanti aku ceritakan sehabis pulang,bibi diistana saja yah " jawab Razer kemudian berlalu " Lalu apa yang kau bisa lakukan bocah malas ?! " Teriak Sonia teriakannya tidak dihiraukan,Razer masih terus berjalan kearah gerbang dengan mantap dan yakin " Penjaga! Cepat tutup pintunya! Panggil semua penjaga dan Tangkap anak itu " Perintah Sonia dengan amarah " Tapi Sonia-Sama ? Anak .. " Respon salah satu Prajurit itu " Sudah jangan banyak tanya,kau juga tangkap dia! " Bentak Sonia " Ba..Baik Sonia-Sama " Jawab Prajurit itu Setelah pintu gerbang tertutup dan kunci ada 65 Penjaga Istana yang berlahir dan melompat kearah Razer dengan tujuan ingin menghentikan anak itu " Sepertinya kalian tidak ingin aku pergi yah .. " Ucap Razer bugh..bughh.bughh Seketika 65 Penjaga Istana Kuja itu jatuh tak sadarkan diri,sonia yang melihat kejadian itu terbelalak kaget " Houshoku Haki ?! Sejak Kapan ?! " Gumam Sonia " Apakah bibi masih ingin menghentikanku ? " Tanya Razer dengan tatapan tajamnya Tatapan itu seketika membuat Sonia gemetar,tatapan yang tidak pernah terlihat dari sosok keponakannya yang dia kenal 14 tahun selalu lucu dan imut,tatapan yang secara tersirat mengatakan " Siapapun kau,jika kau mencoba menghalangiku,kau musuhku " " Aku .. Aku akan menghentikamu! Walau dengan kekerasan ? " Teriak Sonia yang masih diseliputi rasa ragu dan takut " Maaf ka,aku akan melukai anakmu " Gumam Sonia Sonia langsung berubah menjadi ular,kemudian rambutnya juga ikut berubah menjadi ular,dia sadar anak ini perlu dihentikan,walau harus memakai cara berlebihan HEBIGAMI TSUKI! YAMATA NO OROCHI Bruaaaagggghhhhhhh! Hancurlah tempat Razer berdiri,asap mengepul tajam dan puing puing tertanjap di miniatur kepala ular buatan dari rambut Sonia,saat kepulan asap itu menipis,sonia terkejut bahwa tidak ada sesosok manusiapun didepannya BUAGH! Seketika pukulan keras menghantam bagian pinggang belakangnya,pukulan yang sangat keras itu membuatnya batuk darah,tersungkur,dan merubahnya kembali menjadi wujud manusia " Sial .. Uhuk .. " Maki Sonia " Maaf bi,aku memukul bibi " Ucap Razer dengan rasa bersalah " Bibi Mohon .. Uhukk Uhukk.. Jangan pergi Razer kun " Ucap Sonia yang meringis kesakitan dan memegang pinggangnya " Sial! Tepat di tulang rusuk! Badanku mulai lemas! " Ucap Sonia Tangan Kanan Sonia langsung memegang tangan Razer,mencoba menahan anak ini " Bibi Mohon,Jangan .. " Belom selesai kalimatnya,Sonia sudah jatuh pingsan,tangannya melemas namun ditahan Razer,Ekspresi bersalah terlihat di wajah anak ini,namun apa daya,Ibu dan Adiknya adalah hal yang paling ia pentingkan saat ini,ia mengangkat badan maria yang posisinya tersungkur,dan membaringkan badannya,dia menaruh tangan yang tadi berusaha menahannya diatas badanya,diapun duduk dan mencium pipi bibinya " Maaf ya bi,Setelah aku pulang,bibi bebas menghukumku apa saja " Ucapnya sambil tersenyum lalu menaruh tangan kanan sonia diatas badannya " Nah .. apakah kau juga berniat menghentikanku ? Nenek Nyonba ? " Ucap Razer sambil membalikkan badannya " Perempuan tua sepertiku memangnya bisa apa ? " Ucap Nyonba " Syukurlah,bertarung lebih jauh hanya akan membuang waktu " Ucap Razer kemudian menuju gerbang " lalu caramu keluar bagaimana ? Kau tahu kan siapapun yang memanjat benteng istana akan ditembak oleh prajurit yang berjaga di pos pengawas diluar wilayah istana " Tanya Nyonba Penasaran " Memang,aku bisa saja untuk melakukan itu,namun buang tenaga dan buang waktu " Ucap Razer tetap berjalan kearah gerbang " Lalu caranya apa ? " Perhatikan ini " jawab Razer sambil mengeluarkan pedangnya RIPA O SAKEBIMASU! Terbelah gerbang dari besi itu menjadi empat bagian dan runtuh,disarungkanlah kembali pedangnyaNekspresi kaget Nyonba yang aneh menggubris Razer " Kenapa nek ? Tanya Razer Heran " Se-sejak kapan kau punya kekuatan sebesar itu ? " Tanya nyonba tergagap " Shishishishishi,kapan kapan akan aku ceritakan " Jawab Razer Nyengir " Oh ya Nek,saat bibi Sonia sadar,tolong berikan ini " Ucap Razer sambil mengeluarkan potongan kertas dari celananya " Vive Card Siapa Ini ? " Tanya Nyonba " Oh nenek tau soal Vive Card ? Baguslah,jadi aku tidak harus menjelaskannya " Jawab Razer dengan nafas lega,melihat ekspresi kurang sopan Razer,nyonba yang kesal langsung memegang tongkatnya BLETAK!!! " Aduh! ko aku dipukul nek " Rengek Razer sambil memegang kepalanya " Apa maksudmu dengan 'baguslah jadi aku tidak harus menjelaskannya' ?! Memangnya aku nenek-nenek rungu yang tidak tahu apa apa ?! " Maki Nyonba " Iya maaf,aku kira nenek tidak tahu " Jawab Razer sambil memegang kepalanya " Lalu Vive card ini milik siapa ? " Tanya Nyonba " Milikku " jawab Razer datar " Hah ? lalu bagaimana kau mencari mereka ? " " Aku memiliki Vive Card Ibu,Angel,dan Bibi Mari " " Se..sejak kapan - " " Membuatnya - ? " Potong Razer " Sudah Nek nanti aku jawab semua pertanyaan nenek,tapi maaf,aku sedang buru buru " Potong razer " Dan oh ya nek,sampaikan maafku kepada bibi yah,maaf atas pukulannya dan kerusakannya " Sambung Razer sambil langsung berlari meninggalkan istana " Astaga anak itu mirip sekali dengan ayahnya " Gumam Nyonba Melihat langit Tag: Bahasa Indonesia English Fanfiction OnePiece Share !
Tidak ada komentar: